PENGERTIAN PANCASILA

Sebelum membaca atau melkukan aktipitas tanamkan budaya membaca kalimat

ﺒِﺴْﻡﭐﷲِﭐﻠﺭﱠﺤْﻤﹶٰﻥﭐﻠﺭﱠﺣِﻴﻡِ

BALLIAN

PENGERTIAN PANCASILA

Sebelum membahas pancasila secara mendalam,terlebih dahulu diperhatikan kata-kata muatiaara punjangga besar cina, yaitu Confucius, yang disebutkan dalam bukunya Ismaun. Confuis ditanya oleh beberapa orang yang dating padanya :’’ apakah yang mula-mula bapak kerjakan, seandainya bapak dipilih pemimpin Negara ?’’ jawab Confucius ialah : mula-mula yang saya kerjakan ilah menerbitkan ssemua istilah yang ada didalam Negara agar-agar setiap istilah tidak mempunayai tafsiran yang kabur dan kacau. Demikan dengan seluruh warga Negara dan aparat Negara dapat melakukan semua tugas dan kewajiban dengan jelas dan tepat.

Ringkasan kata-kata mutiara confusius berbunyai : hendaknya kalau anda hendaknya mengatur Negara dengan baik, maka maka terlebih dahulu tertibkan istilah-istilah yang ada dalam Negara itu.

Oleh karna itu menurut ismaun sebelum membahas isi materi pancasiala sebagai dasar filsafat Negara repobelik indonisia perlu diketahui terelebih dahulu apakah arti isatilah ‘’pancasila ‘’ itu. Berasal dari bahasa apkah perkataan itu dan dimana dipergunakannya serta bagaimanakah selanjutnya.

Istilah “pancasiala “ yang sekarang telah menjadi nama resmi dasar Negara mempunyai proses perkembangan,baik ditinjau dari segi sejaranya, dari segi penulisan maaupun penggunaanya. Oleh karana itu istilah pancasila ini akan dibicarkan secara etimologis ,historis,dan secara etimologis.

Secara etimologis atau menurut logatnya perkataan majemuk pancasia berasal dari bahas india yakni bahasa Sanskerta, bahasa kasta berahmana, sedangkan bahasa rakyat jelata ilah parakerta. Menurut Muhamdan yamin, di dalam bahasa sansekrta aperkataan pancasila memiliki dua macam arti yaitu , panca artinya lima syila dengan huruf I pendek berarti batu sendi atas atau dasar syila dengan huruf I ganda berarti peraturan tingkah laku.yang penting ,baik senonoh. Dari kata syla dengan hurup biasa berarti bantu sendi yang lima atau denga istilah yang lain lima batu karang atau lima perinsip moral ( yamin,muhamd ,tt, buku; pembhasan Undag-Undang Dasar Repblik Indonisa ( Jakarta,prapanca,tt,hal 437) perkataan majemuk itu ditulis oleh empok prapanca seorang penyair dan penulis istana kerajan majapahit(1296-1478M) dalam buku Negarakartagama. Dalam perjalan sejarah indonisia berikut istilah pancasila menjadi pepuler di kalangan tokoh-tokoh pendiri Negara indonisia ( indonisia founding fatbers) setlah istilah itu pertama kali dilontarkan oleh Sukarno dalam sidang BPUPKI ke-1 hari ke-3 tanggal 1 juni 1945 menurut Muhamdan yamin , sukarno mengambil ahli pancasila tetapi dengan memberikan kepadanya inti dan makna baru, ( makarif,syafi’I,islam dan masalah kenegaraan 1985)

Lima sila dalam pancasia menujukan ide-ide fundamental mengenai mausia dan seluruh relitas, yang diyakini kebeneran oleh bangsa indonisia dan sumber pada watak dan kebudayaan indonisia dan melandasi bersirinya Negara indonisia ( kaelen,1996:92)

1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

Makna inti yang terkandung dalam sila pertama pancasia adalah pada kata ketuhanan. Ketuhana berasal dari kata Tuhan pencipta seluruh alam semesta. Yang Maha Esa berarti yang maha tunggal, tiada sekutu dalam sifatnya,dalam zatnya,dalam perbuatanya. Dzat tuhan tidak terdiri dari hal-hal yang banyak lalu menjadi satu.tetapi sipatnya adalah sempurna dan perbuatanya tidak dapat disamai oleh siapapaun . tidak ada yang menyamai Tuhan , dia Esa . Tuhan bagi bangsa dan Negara indonisia merupakan satu keyakinan, tetapi Ketuhanan Yang Maha Esa itu bukan lah suatu dogma atau kepercayaan yang tidak dapat dibuktikan kebenarannnya melalui akal pikiran, melainkan kepercayaan yang berarkar pada pengetahuan yang benar dapat diuji atau dibuktikan melalui kaidah-kaidah logika. Atas keyakinan yang demikian maka Negara indonisia berdasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa. Negara memberikan jaminan sesuai dengan keyakinan dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Bagi kita dan dalam Negara indonisia tidak boleh ada pertentangan dalam hal ketuhanan yang maha esa , tidak boleh ada sikap dan perbuatan anti ketuhanan yang maha esa dan anti keagamaan. Dengan kata lain di dalam Negara indonisia tidak boleh ada paham yang meniadakan atau mengingkari adanya tuhan atau ateisme.

2. Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

Inti poko sila kemanusian yang adil dan beradab adalah manusia merupakan bentuk kata dasar dari kemanusian. Manusia adalah mahluk yang berbudaya dengan memiliki potensi pikir , rasa ,dan cipta,menurut notonagaro(1975:87-86) manusia memiliki usur-unsur susunan kodrat yakni jiwa dan raga sifat koldarat yakni mahluk individu dan mahluk social, dan kedudukan kodaratnya yaitu mahluk mandiri dan mahluk tuhan,karna potensi yang dimilikinya itu manusia memiliki martabat yang tinggi. Dengan budi nuraninya manusia menyadari nilai-nilai dan norma-norma. Kemanusian terutama berarti dan hakekat dan sifat-sifat khas manusia sesuai dengan martabatnya. Manusia merupakan penduduk pokok Negara harus memiliki sifat adil dan beradab. Adil berarti wajar yakni sepadan dan sesuai antara hak dan kewajiban. Keputusan dan tindakan didasarkan pada suatu objektivitas lebih-lebih emosionalitas semata. Di sinilah yang dimaksud sepadan atau wajar. Beradab kata pokoknya budi luhur berkosopanan ,sila beradap artinya berbudi luhur dan berkesopanan dan susila

3. Persatuan indonisia

Persatuan yang berasla dari kata satu yang berate untuh tidak terpecah-pecah,persatuan mengadung perngartian bersatunya bermacam corak yang beraneka ragam menjadi suatu kebulatan, dalam dinamika indonisia bermakna persatuan wilayah, bangsa dan Negara indonisia dalam sila ketiga ini mencakup persatuan dalam arti ideology,politik, social dan budaya serta keamanan.persatuan indonisia adalah persatuan bangsa yang mendiami wilayah indonisia bersatu karna didorong untuk mencapai kehidupan kebangsaan yang bebas dalam wadah Negara yang merdeka dan berdaulat.persatuan indonisia merupakan factor yang dinamis dalam kehidupan bangsa indonisia seluruh tumpah darah indonisia,memajukan kesajahtran umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa,serta memujudkan perdamaian dunia yang abadi. Dahulu persatuan merupkan kunci yang menentukan dalam terwujudan indonisia merdeka, kini persatuan atau nasionalisme merupakan hal pokok yang harus dan ditingkatkan demi kelansungan pembangunan bangsa dan Negara Indonesia. Akan tetapi paham persatuan kebangsaan Indonesia tidaklah sempit atau chauvinistic, melainkan dalam arti menghormati bangsa lain sesuai dengan sifat kehidupan bangsa itu sendiri. Nasionalisme Indonesia mengatasi paham golongan, suku bangsa, dalam upaya membina tumbuhnya persatuan dan kesatuan sebagai satu bangsa yang padu, tidak terpecah-pecah. Hal ini sesuai dengan adanya alinea IV pembukaan UUD 1945 yang berbunyi : “kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa indonesiadan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social, maka disusulah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia…”.

4. Sila Ke Empat Kerakyatan Yang Dipmpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan

Kerakyatan berasal dari kata rakyat , yaitu sekelompok orang manusia yang berdiam dalam suatu Negara tertentu.rakyat meliputi seluruh manusia itu , tidak dibedakan oleh tugas (fungsi) dan profesi (jabatan P). kerakyatan adalah asas yang baik serta tepat jika dihubungkan dengan maksud rakyat hidup dalam ikatan Negara. Sila ke empat yang berbunyi kerakyatan yang dipmpin oleh hikmah dalam permusyawaratan / perwakilan berarti bahwa Indonesia menganut demokrasi. Baik demokrasi lansung maupun demokrasi tidak langsung atau dengan perwakilan sama-sama diakui. Keduanya sangat penting dalam suatu Negara yang mempunyai daerah lluas dan warga yang banyak seperti Negara-negra modern sekarang ini. Pelaksanaan demokrasi langsung dalam tingkat Negara secara rutin hamper tidak dapat dilaksanakan lagi sekarng ini, karena jumlah warga neegara dan sangat luasnya wilayah. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah dalam permusyawaratan perwakilan berarti bahwa kekusaan yang tertinggi berada di tangan rakyat. Kerakyatan disebut pula kedauladtan rakyat (rakyatlah yang berdaulat / berkuasa )atau demolrasi. Hikmat kebijaksanaan berarti penggunaan akal pikiran atau rasio yang sehat dengan selalu mempertimbangkan persatuan dan kekuasaan bangsa, kekuasaan rakyat dan dilaksanakan dengan sadar , jujur dan brtanggung jawab serta didorong oleh itikad baik sesuai hati nurani. Pemusyawaratan adalah suatu tata cara khas kepribadian Indonesia yang untuk merumuskan atau memutuskan suatu hal yang menurut kehendak rakyat, hingga tercpai suatu keputusan yang berdasarkan kebulatan pendapat atau mufakat. Perwakilan adalah suatu system dalam arti tata cara mengusahakan turut sertanya rakyat mengambil bagian dalam kehhiduupan bernegara, antara lain dilakukan dengan melaui badan-badan perwakilan. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan / perwakilan berarti bahwa rakyat dalam melaksanakannya baik secara langsung maupun ikut pengambilan keputusan-keputusan dalam musyawarah yangdipmpin oleh pikiran yang sehat penuh dengan tnggung jawab baik kepada tuhan yang maha esa maupun kepada rakyat yang diwkilinya. Sila keempat juga merupakan suatu asas bahwa pemerintah republic Indonesia didasarkan atas kedsaulatan rakyat, sebagaimana ditegaskan dalam alinea keempat pembukaan UUD 1945, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia, yang berkedaulatan rakyat.

5. Sila Ke Lima Keadilan Social Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sila kelima memiliki kekhususan karena dalam perumusannya pada pembukaan undang-undang dasar 1945 didahului dengan kata-kata: untuk mewujudkan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini berarti bahwa sila keempat sila lainnya berrtujuan untuk mewujudkan cita-cita sebagaimana tercantum dalam sila kelima tersebut. Keadilan social berarti yang berlaku dalam masyarakat disegala bidang kehidupan, baik material maupun spiritual. Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia berarti bahwa setiap orang Indonesia mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hukum, politik, social, ekonomi dasn kebudayaan. Sesuai dengan UUD 1945, maka keadilan social mencangkup pengertian adil dan makmur. Keadilan social tidak sama dengn pengertian dosialosme dan komunisme, karena yang diamksud dengan keadilan dalam sila kelima bertolak dari pengereetian bahwa antara pribadi dan masyarakat satu sdama lain tidak dapat dipisahkan. Masyarakat tempat hidup dan berkenbang pribadi, sedangkan pribadi merupakan komponen masyarakat. Keadilan social mengandung arti tercapainya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan kehidupan masayarakat. Karean kehidupan manusia meliputi kehidupan jasmani dan rohani, maka keadilan itupu meliputi keadilan didalam pemenuhan tuntutan hakiki maupun kehidupan jasmani serta rohani yang seimbang, atau dengan kata lain keadilan dibidang material dan spiritual. Pengeertian ini mencangkup pula pengertian adil dan makmur yang dapat dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia secara merata, dengan berdasarkan pada asas kekeluargaan, sebab keadilan yang dijiwai oleh tuhan YME, kemanusiaan yang adil dan beradab, nasionalisme dan, demokrasi.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s